Apakah Virtual Identity itu?

Semakin bebasnya masyarakat bergabung di dalam media sosial yang semakin banyak bermunculan saat ini merangsang orang ingin terlihat eksis. Ini memang hal yang wajar, di dunia maya, secara insting manusia, mereka ingin terlihat berbeda dengan lainnya.

Jika pernah menggeluti dunia Marketing, dari banyak training yang dulu saya pernah ikuti, poin terbesar dari marketing adalah untuk memudahkan orang lain untuk mengingat kita. Ada suatu ‘rumus’ bagi para marketer yang jago, perhatikan, mereka mempunyai suatu ciri khas yang gampang diingat oleh orang lain. Kadang, orang yang tampil berbeda, apalagi di negara kita ini masih banyak orang yang menganggap aneh jika misal kita tampil mencolok dan berbeda, entah itu dari sisi pakaian yang kita kenakan, entah itu mungkin cara kita berbicara, namun dari semua itu, itulah hal yang paling gampang diingat oleh orang lain.

Sama halnya dengan ilmu marketing internet, kita dituntut untuk berbeda, tak terkecuali oleh Google. Ya, semakin kita berbeda, semakin unik isi konten website kita, Google akan semakin senang, semakin kita sering meng – update konten, menambahkan hal hal yang menurut dia berbeda dari yang lain, semakin kita akan cepat untuk diindeks oleh “beliau” 😀 .

Dari hal tersebut, dapat kita simpulkan, bahwa pengertian Virtual Identity atau Identitas Virtual ini merupakan suatu perwujudan citra diri, usaha, perusahaan di Internet agar kita gampang diingat oleh masyarakat luas, baik kaitannya dengan nama, logo atau gambar serta tag line. Identitas Virtual erat kaitannya dengan Company Branding.

Identitas ini penting bagi kita untuk bagaimana kita dihargai oleh masyarakat publik dan yang paling penting dari hal ini adalah tujuan kita berbisnis adalah PENJUALAN. Sebagus apapun konten kita, semahal apapun kita mengembangkan situs kita, tetapi jika Virtual Identity nya kurang mengena, susah dikenal oleh orang lain, ini merupakan suatu kerugian terbesar.